Kebahagian dan kesedihan itu datangnya satu paket. Maupun kedatangan dan kehilangan itu datangnya bergantian. Seperti halnya datangnya hujan dan pelangi. Aku hanya bisa mencurahkannya lewat ini menjadi sebuah tulisan sederhana. Dan tidak semua tulisan 'saya' adalah saya. Ataupun tidak semua tulisan 'kamu' itu benar-benar kamu☺

Oct 12, 2011

Cerita Empat Lilin dan Seorang Anak

Posted by Agustin Sintya Suharto♥ at Wednesday, October 12, 2011
Pada satu ruangan yang gelap ada empat buah lilin menyala terang sehingga menjadikan ruangan tersebut terang benderang dan si anak bermain dengan riangnya dan penuh kepolosan dan tanpa ia sadari nyala api menjadikan lilin semakin meleleh dan ada angin bertiup menghembus ke dalam ruangannya yang menjadikan nyala itu bergoyang dan akhirnya apa yang terjadi, dalam kesunyian itu ada percakapan ke empat lilin itu, dan percakapan itu kurang lebih adalah :



1. Lilin Pertama berbicara aku adalah perubahan.
Tapi manusia tidak mampu berubah dalam hidupnya, lebih baik aku mati saja, maka kemudian diapun padam;

2. Lilin Kedua menyusul padam; yang sebelumnya sempat berbisik Aku adalah Iman.
Dalam bisiknya terdengar; aku menyesal bahwa manusia tidak lagi mengenalku, dan seakan aku tidak berguna lagi hidup, setelah itu diapun padam.

3. Lilin Ketiga dengan sisa-sisa kehidupan yang dimiliki berkata, Aku adalah Cinta.
Tak mampu lagi aku melanjutkan hidup dan tak mampu lagi menerangi, karena tidak ada lagi cinta di hati manusia, buktinya mereka saling membenci, saling hujat, saling bunuh tidak ada damai, bahkan mereka membenci orang yang seharusnya mereka cinta dan juga keluarganya sendiri, maka tidak ada gunanya aku bertahan, lalu lilin itupun padam.

Anak kecil tadi baru menyadari bahwa ruangan tempat bermainnya gelap, karena tinggal satu lilin yang menyala, lalu dengan ketakutan dan terisak menangis dia berteriak, apa yang terjadi, kalian harus tetap hidup saya takut kegelapan tolong…. tolong.. ;

4. Lalu dengan terharu, lilin ke empat berkata, jangan menangis dan takut selama aku masih ada, maka raihlah aku dan nyalakan ketiga lilin tadi, karena akulah HARAPAN.
Tanpa berpikir panjang anak kecil tadi meraih dan menyalakan ketiga lilin tadi, dan akhirnya terang kembali ruangan yang sempat gelap dan si anak kecil itu kembali tersenyum dan meneruskan mainnya.

Kesimpulannya :
"Bahwa dalam hidup kita sebagai manusia tidak boleh pesimis, tapi harus selalu optimis dan penuh harapan karena selagi masih memiliki harapan, cita-cita dan keinginan; berarti kita masih ada peluang untuk meraih dan merubah kehidupan kita dengan berdasarkan pada Keimanan dan rasa Cinta."

bersumber dari : http://www.nusantaraku.org/forum/life-style/28456-cerita-empat-lilin-dan-seorang-anak-kecil.html

0 comments:

Post a Comment

Slideshow

 

Agustin Sintya♥ Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez